WelcOme!

please enjoy......

Friday, October 29, 2010

Nenekku Sayang


Nenekku yang tua
Nenekku yang pelupa
Banyak hal beliau lupakan,, sungguh banyak..
Setiap kali melakukan sesuatu,,
hampir tiap kali itu pula nenekku melupakannya

Tapi ada sesuatu..
Yang selalu diingat oleh nenekku yang pelupa

Nenek selalu ingat ibunda yang ditinggalkannya
Ibunda nenek yang selalu memanjakannya
Nenek pergi, demi merajut kisah panjang
Tentang kebahagiaan menemukan seseorang
Dan bersamanya membangun kebahagiaan hidup
Sampai menimang anak.. dan cucu.. dan buyut

Friday, October 22, 2010

Bunga Melati

Setiap pagi ku petik setangkai melati untuk mu
Setiap saat itu pula Aku berpikir mengapa Aku tidak memetik Engkau

written by a member of DAMACAN, 1978.

Thursday, October 21, 2010

Maha Penyayang

Di sela-sela kehebohan "menata-masa-depan"
tiba-tiba aja teringat waktu orang lain juga mengalami proses yang sama
tiba-tiba tercipta adegan mereka dalam ingatan gw
lebih jelas lagi, terbayang mimik wajah mereka
mimik yang risau
teringat gw termasuk seorang yang berusaha mendorong mereka
meyakinkan mereka pasti bisa

sejurus kemudian ternyata spontan ada yang berdenyut
ada kerinduan pada sahabat
senang rasanya kalau saja sekarang ada juga yang berbuat sama pada gw
meski semua terasa baik-baik saja

Seperti Langit

Hidup itu hampir seperti langit
serasa begitu luas..
kita tidak pernah tau dimana ujungnya

seperti langit.. sesungguhnya hidup itu penuh rutinitas
ada siang lalu malam, lalu esoknya kembali siang, lalu malam lagi,, begitu seterusnya
seperti juga kita yang selalu bangun pagi, makan, pergi, pulang, makan, tidur, bangun,, dst..

seperti langit,,
hidup itu kadang cerah, kadang mendung
kadang panas terik... kadang juga gelap, basah, dan dingin
malah kadang penuh sekali dengan awan 
sampai kita kesulitan mengintip langit biru di atasnya
karena memang seperti langit, hidup itu penuh tanda tanya

Wednesday, October 13, 2010

Aku Ingin Kaya!

Suatu hari saya sedang duduk menonton tv, tidak jelas sedang menyimak acara apa, saat itu saya seperti biasa memindah-mindahkan program dari satu stasiun ke stasiun tv lainnya (perilaku semacam ini disebut sebagai zipper). Entah bagaimana, tiba-tiba terlintas dalam ingatan saya akan masa perkuliahan tingkat satu dulu. Waktu itu dalam salah satu mata kuliah, kami diberi tugas membuat "my dream book". Sungguh inspiratif.
Saya mengingat-ingat apa yang saya tulis dalam buku impian tersebut. Di buku itu, yang walaupun hanya berisi dua halaman facing page, namun menceritakan dengan rinci tentang hal-hal ingin saya capai. Tidak tanggung-tanggung, saya juga menyertakan kapan timing untuk tiap goal yang ingin saya capai tersebut.
Menarik sekali, saya teringat bagaimana saya membayangkan pada usia dua puluhan saya ingin bisa berkontribusi secara nyata dalam usaha penyelamatan lingkungan. Kemudian pada usia paruh baya, saya bisa ikut mencerdaskan anak-anak bangsa, memajukan pendidikan, dan mengayomi mereka yang merasa tidak cukup beruntung untuk mengenyam pendidikan sampai jenjang yang memadai. Well,itu hanya sebagian kecil dari mimpi-mimpi saya. Mungkin terlihat muluk, tapi toh semua orang kan berhak untuk bermimpi. Mimpi itulah yang akan melahirkan keinginan dan passion untuk terus kreatif dalam berkarya.

Tuesday, October 12, 2010

Berbuat kebaikan buat siapa?

Kita hidup di dunia ini bersama-sama dengan orang lain. Dari sejak duduk di bangku SD, kita diajarkan supaya berbuat baik pada sesama, saling tolong-menolong. Kita diajarkan bahwa sesama manusia adalah saudara, karenanya kita dianjurkan untuk hidup saling berdampingan dan saling menolong. Menolong orang lain itu sebenarnya tidak sulit, tapi kadang juga menjadi tidak mudah. Tapi sebenernya kita berbuat kebaikan itu buat siapa sih? Secara teknis memang kelihatannya ketika menolong orang lain, kita memberikan manfaat pada orang lain. Tapi coba deh diinget-inget lagi, apa bener hanya kita yang memberi? Masih sedikit flash back ke jaman sekolah, kita bukan hanya sekedar diajarkan untuk saling menolong, tapi kita diajarkan untuk menolong tanpa pamrih. Kalo di pelajaran agama, kita diajarkan untuk ikhlas. Secara teoritis kelihatannya kita yang berada di atas, memberi, tanpa berharap menerima balas budi.